PUISI B8
Menu Puisi
Merajut Mimpi di Tengah Kegelapan
Ketika malam turun, pekat tak bertepi,
Menelan cahaya, menyisakan sunyi.
Bukan berarti segalanya terhenti,
Ada hati yang gigih, merajut mimpi.
Di tengah kegelapan yang menyelimuti,
Bintang-bintang kecil mulai bersemi.
Harapan takkan padam, meski tersembunyi,
Ia bersinar, menerangi relung hati.
Setiap benang adalah asa yang tertuang,
Dirajut perlahan, tanpa ragu, tanpa canggung.
Membentuk pola, mewujudkan bayangan,
Dari masa depan yang kian cemerlang.
Mungkin ada keraguan yang menyapa,
Atau bisikan takut yang mengancam jiwa.
Namun tangan ini takkan menyerah,
Terus merajut, dengan ketabahan yang megah.
Kegelapan bukan penghalang yang nyata,
Melainkan latar, tempat mimpi bersuara.
Ia mengajarkan kita tentang kekuatan,
Untuk melihat cahaya, di setiap kesempatan.
Maka, biarlah jarum terus bergerak,
Menyatukan helai-helai harapan yang tergelak.
Karena merajut mimpi di tengah kegelapan itu,
Adalah seni bertahan, hingga fajar menyentuh.