PUISI B7
Menu Puisi
Menari di Atas Luka
Ada tarian yang tak butuh panggung mewah,
Tak perlu gemerlap lampu yang megah.
Ia lahir dari remuknya jiwa,
Sebuah gerakan, di atas luka.
Bukan tarian sukacita, bukan pula bahagia,
Tapi sebuah ungkapan, dari hati yang merana.
Setiap ayunan tangan, setiap pijakan kaki,
Adalah penerimaan, bahwa hidup harus terus terjadi.
Air mata mungkin mengalir, membasahi pipi,
Namun irama ini, takkan berhenti.
Ia adalah kekuatan, yang bangkit dari dalam,
Mengubah pedih, menjadi langkah yang dalam.
Menari di atas luka, bukan berarti melupa,
Tapi merangkul sakit, tanpa berpura-pura.
Mengubah duka menjadi melodi syahdu,
Menunjukkan bahwa kita mampu, tetap melaju.
Setiap nyeri adalah guru yang berharga,
Mengajarkan arti dari kesabaran yang nyata.
Dan di setiap putaran, di setiap hentakan,
Kita temukan diri, lebih kuat dari bayangan.
Maka, biarlah irama ini terus mengalun,
Meski dunia melihatmu dalam kelabun.
Sebab menari di atas luka itu, adalah seni,
Seni bertahan, seni hidup yang abadi.