PUISI B3

 

Menu Puisi

 

Serpihan Waktu yang Tercecer

Di antara tumpukan hari yang berlalu,

Ada serpihan waktu yang tercecer pilu.

Bukan kepingan jam, bukan pula menit,

Tapi kenangan, yang tak sempat terakit.


Sebuah senyuman, tak sempat terbalas,

Sebuah kata, yang menguap tanpa bekas.

Janji yang menggantung, di udara tipis,

Kini hanya jadi sesal, yang kian mengikis.


Kita terburu, mengejar hari esok,

Melupakan detik, yang kini jadi terajuk.

Detik tawa, menit bahagia yang lenyap,

Tersimpan di sudut hati, kini meratap.


Waktu itu bagai pasir, luruh dari genggaman,

Tak bisa dipungut, tak bisa diulang.

Hanya menyisakan jejak, samar dan kabur,

Di antara puing-puing masa lalu yang terkubur.


Setiap penyesalan adalah serpihan baru,

Menumpuk di tumpukan rindu yang biru.

Mengajarkan kita, tentang harga kehadiran,

Sebelum semua hanya tinggal kenangan.


Maka, marilah kini kita mengumpulkan,

Sisa serpihan waktu yang bertebaran.

Menjalinnya kembali dengan benang kesadaran,

Agar tak ada lagi yang terbuang percuma.