PUISI B10

 

Menu Puisi

 

Ketika Harapan Hampir Padam

Di tengah badai yang tak kunjung usai,

Langit gelap, bintang pun tiada.

Ada hati yang lunglai, hampir menyerah,

Ketika harapan hampir padam.


Setiap langkah terasa begitu berat,

Seolah memikul beban yang teramat.

Bisikan ragu menyeruak di benak,

Mengikis semangat, tanpa jejak.


Mata terpaku pada kegelapan pekat,

Mencari sepercik cahaya, walau sesaat.

Namun dindingnya tebal, tak tertembus,

Menjebak jiwa, dalam ruang yang terus-menerus.


Dulu ada janji, tentang esok yang cerah,

Kini hanya sisa abu, yang mengeringkan dahaga.

Suara tawa meredup, berganti isak,

Hati terpuruk, seolah terbelah.


Namun, di sudut terdalam relung hati,

Ada bara kecil, enggan mati.

Meski nyaris padam, ia berdenyut lemah,

Menanti tiupan, untuk kembali menyala megah.


Sebab, bahkan di titik terendah sekalipun,

Ada kekuatan tersembunyi, yang akan menuntun.

Ketika harapan hampir padam, itulah saatnya,

Kita menemukan diri, lebih kuat dari duga.