Puisi A8
Menu Puisi
Seikat Janji di Bawah Purnama
Malam merangkak, membawa sepi yang syahdu,
Langit terbentang, hitam dihiasi rindu.
Di atas sana, purnama bersinar anggun,
Menjadi saksi bisu, janji yang terajut rapun.
Tiada kata terucap, hanya tatapan yang bicara,
Mengikat seikat janji, tanpa ragu, tanpa lara.
Cahaya perak membasuh wajah kita,
Mengukir sumpah, abadi di jiwa.
Angin malam berbisik, membawa dingin,
Namun hati ini hangat, oleh janji yang terbingkai.
Setiap bintang menjadi penanda setia,
Bahwa ikatan ini takkan lekang oleh masa.
Di bawah purnama yang bulat sempurna,
Kita ukir harapan, di atas takdir yang nyata.
Bukan sekadar ucapan, bukan pula khayalan,
Namun ikrar tulus, dari lubuk hati terdalam.
Biarlah waktu terus berlalu, menguji kita,
Biarlah badai datang, menghadang cinta.
Seikat janji di bawah purnama ini,
Akan jadi lentera, penerang di setiap sunyi.
Hingga fajar menyapa, dan purnama tersembunyi,
Janji itu kan bersemi, di setiap hati.
Menjadi pengingat, akan cinta yang tulus,
Yang takkan padam, meski zaman berlalu terus