Puisi A6
Menu Puisi
Antara Ada dan Tiada Dirimu
Ada, dalam setiap hela napas yang kuhela,
Dalam denyut nadi, dalam setiap nada.
Bayangmu hadir, nyata, tak terbantah,
Meski raga tak lagi bersanding mesra.
Tiada, dalam sentuhan yang tak lagi ada,
Dalam tawa yang tak lagi mengisi ruang hampa.
Ruang di sisiku, kini dingin membeku,
Tanpa hadirmu, semua terasa pilu.
Kau ada di sudut kenangan yang tak sirna,
Di antara mimpi dan realita yang kini berbeda.
Suaramu menggema, meski tak terdengar telinga,
Menyisakan jejak yang abadi, tiada tara.
Ini adalah ruang di mana hati terbelah,
Antara rindu yang meronta, dan pasrah.
Mencari wujudmu di setiap sudut pandang,
Namun hanya ketiadaan yang kini terbentang.
Ada, dalam setiap harapan yang kutanam,
Bahwa suatu hari, kau kan kembali datang.
Tiada, dalam kesadaran pahit yang menyayat,
Bahwa kau telah pergi, takkan terjerat.
Maka, biarlah aku berlayar di samudra ini,
Antara ada dan tiada dirimu di sisi.
Sebuah paradoks yang takkan terurai,
Namun cinta ini, takkan pernah usai