Puisi A5
Menu Puisi
Cahaya di Matamu, Pelabuhanku
Ketika badai hidup menerpa tanpa henti,
Dan arah hilang, terombang-ambing sendiri.
Aku mencari, di tengah gelapnya lautan,
Sebuah mercusuar, sebuah pijakan.
Lalu kutemukan, di kedalaman bola matamu,
Kilau lembut, menembus kabut sendu.
Bukan hanya bias cahaya, bukan ilusi,
Namun bintang penunjuk, yang takkan mati.
Itu cahaya yang menghangatkan jiwaku,
Mengusir dinginnya ragu dan pilu.
Seperti pelabuhan yang kukuh dan aman,
Tempat hati ini menemukan ketenangan.
Setiap pandangmu adalah dermaga baru,
Di mana ombak gelisahku terhenti syahdu.
Lelahku mereda, bebanku meluruh,
Dalam tatapanmu, aku merasa utuh.
Di sana, di samudra bening bola matamu,
Terpancar harapan, masa depan yang baru.
Jejak-jejak luka mulai memudar,
Digantikan oleh cinta yang takkan pudar.
Maka, biarlah aku berlabuh di sana,
Di cahaya di matamu, selamanya.
Kau adalah pelabuhanku, satu-satunya,
Tempat jiwa ini kembali pada makna