Puisi A3

 

Menu Puisi

Surat yang Tak Pernah Sampai

Di antara kertas usang dan tinta yang kian pudar,

Tersimpan bisikan, tak pernah terucap di hadapan.

Sebuah surat, ditulis dengan hati yang penuh rindu,

Namun tak pernah sampai, hanya jadi simpanan pilu.


Kata demi kata terangkai, penuh makna dan harap,

Tentang janji-janji yang dulu pernah terucap.

Tentang mimpi yang kita rajut bersama,

Kini hanya jadi bayangan, di ujung senja.


Mungkin angin membawanya, entah ke mana,

Atau waktu menguburnya, tanpa sisa.

Setiap baris adalah air mata yang jatuh,

Tak terbaca, tak terbalas, hanya meluruh.


Aku bertanya pada bintang, pada bulan,

Apakah pesan ini pernah kau sampaikan?

Namun langit tetap bisu, tak memberi jawaban,

Hanya kesunyian yang menemani kerinduan.


Surat ini menjadi saksi bisu,

Dari hati yang mencintai, namun tak mampu bersatu.

Sebuah kisah yang tak pernah punya akhir,

Terpendam abadi, di sudut pikir.


Maka biarlah ia tetap di sini, tak terkirim,

Menjadi penanda dari cinta yang terpendam.

Sebuah surat yang tak pernah sampai,

Namun abadi dalam kenangan yang takkan padam.