puisi 7
Menu Puisi
Nyanyian Ombak di Pantai Sepi
Pasir putih membentang sunyi sendiri,
Ditinggalkan jejak kaki yang berlari.
Di batas antara daratan dan lautan luas,
Ombak bernyanyi, suaranya khas.
Dari jauh bergemuruh, mendekat perlahan,
Menggulung dan memecah di tepian.
Buih putih menari sekejap mata,
Sebelum kembali menyatu dengan samudra.
Setiap deburan adalah sebuah kata,
Cerita tentang perjalanan yang tak terhingga.
Tentang kekuatan yang tak pernah леlah,
Dan ketenangan yang selalu menyerah.
Angin laut membawa aroma asin,
Mencampur dengan keheningan yang batin.
Burung camar sesekali melintas sayu,
Menyaksikan nyanyian ombak yang merdu.
Pantai sepi menjadi saksi bisu,
Dari gelombang yang datang dan berlalu.
Ritme abadi yang menenangkan jiwa,
Menghadirkan kedamaian yang istimewa.
Bukan hanya suara air yang memecah karang,
Namun juga melodi tentang kerinduan yang terlarang.
Tentang pertemuan dan perpisahan yang fana,
Dalam nyanyian ombak di pantai yang sepi senantiasa.
Di keheningan pantai yang tak berpenghuni,
Ombak terus bernyanyi, tanpa henti.
Sebuah simfoni alam yang syahdu sekali,
"Nyanyian Ombak di Pantai Sepi" yang abadi