puisi 4

 

Menu Puisi

Simfoni Hujan di Atas Daun


Tetes pertama jatuh bagai bisikan lirih,

Menyentuh lembut permukaan yang bersih.

Kemudian bertambah, iramanya mengalun,

Menciptakan melodi di penghujung alun.


Di atas daun-daun hijau yang menari,

Hujan menabuh ritme yang alami.

Ada yang perkusi, memukul bagai genderang,

Ada pula yang meluncur, suaranya riang.


Setiap helai menjadi panggung suara,

Menyerap getaran dari langit yang berduka.

Dari rintik halus hingga deras membahana,

Sebuah orkestra alam yang mempesona.


Air mengalir bagai sungai kecil tercipta,

Menyusuri urat daun dengan saksama.

Mengumpulkan embun yang sempat tertinggal,

Membasuh debu, menghadirkan segar bugar.


Aroma tanah basah ikut berpadu,

Menyempurnakan simfoni yang syahdu.

Bau dedaunan yang tersiram keharuman,

Membangkitkan kenangan dalam keheningan.


Bukan sekadar air yang jatuh membasahi,

Namun juga pesan tentang kehidupan ini.

Tentang siklus yang abadi dan tak pernah usai,

Tentang kesegaran setelah badai menghadai.


Simfoni hujan di atas daun yang bersemi,

Mengalun indah, menyentuh relung hati.

Sebuah pertunjukan alam yang sederhana,

Namun mampu menghadirkan kedamaian jiwa.