puisi 3

Menu Puisi

Jejak Cahaya di Bukit Bintang


Di punggung bukit yang menjulang tinggi,

Malam membentang, permadani mimpi.

Jejak cahaya bintang bertaburan,

Menghias angkasa, tiada bertepian.


Angin pegunungan berbisik perlahan,

Membawa dingin yang menusuk ke dalam.

Namun di atas sana, gemerlap tak terperi,

Kilauan intan di beludru sunyi.


Setiap titik adalah kisah semesta,

Perjalanan panjang cahaya yang perkasa.

Miliaran tahun menembus kegelapan,

Kini hadir di mata, sebuah keajaiban.


Bintang-bintang menari dalam harmoni,

Melukiskan rasi, legenda abadi.

Orion gagah, biduk berlayar tenang,

Menyiratkan misteri yang tak lekang.


Di kesunyian malam, jiwa merenung,

Merasakan kecil di alam yang agung.

Jejak cahaya bintang menjadi penuntun,

Menyusuri lorong hati yang tersembunyi alun.


Bukan hanya kilau yang memanjakan mata,

Namun juga pesan tentang waktu dan cinta.

Bahwa setiap jejak, sekecil apapun dia,

Meninggalkan makna dalam semesta raya.


Di Bukit Bintang, di bawah taburan cahaya,

Terdampar kekaguman yang tak bisa terucap kata.

Jejak cahaya itu, abadi adanya,

Menginspirasi jiwa untuk terus bercahaya