Puisi 2
Menu Puisi
Bisikan Hutan yang Tertidur
Di antara pekat malam yang bersemi,
Hutan terlelap dalam sunyi abadi.
Pepohonan raksasa menjulang bisu,
Dedaunan rimbun menyimpan haru.
Angin tak berdesah, daun pun membisu,
Hanya rembulan perak menyinari pilu.
Cahaya pucat menari di antara ranting,
Membentuk bayangan, penuh misteri genting.
Sungai perak mengalir tanpa suara,
Membelai bebatuan yang terjal dan mesra.
Embun berkilauan di ujung dedaunan,
Seperti permata yang jatuh dari khayalan.
Aroma tanah basah dan lumut yang dingin,
Membangkitkan kenangan yang tersembunyi batin.
Di balik kegelapan, kehidupan bersemi,
Bisikan lirih dari mimpi yang alami.
Mungkin kunang-kunang menyalakan lentera,
Atau burung hantu bernyanyi sendu di udara.
Hutan yang tertidur menyimpan sejuta rahasia,
Menanti fajar untuk kembali bercerita.
Dalam keheningan yang begitu dalam,
Terdengar bisikan lembut, bagai alunan malam.
Bisikan hutan yang tertidur lelap,
Menyentuh jiwa, membangkitkan harap.