Balada 7

 

Menu Balada

Di tanah legendaris, bernama Eldoria yang damai,
Sebuah malapetaka turun, dari langit yang biru.
Seekor naga perkasa, dengan napas api yang menyalai,
Membakar desa, menebar ketakutan di setiap penjuru.

Cakar baja, sisik berkilau bagai permata,
Mata merah menyala, membawa teror yang pekat.
Rakyat menjerit, berharap datangnya cahaya,
Sebelum semuanya musnah, terkubur dalam makam sesat.

Dari tujuh penjuru, diiringi takdir yang abadi,
Tujuh kesatria gagah, datang tanpa gentar.
Masing-masing membawa keahlian tiada tanding,
Bertekad mengusir kegelapan, agar harapan mekar.

Yang pertama, Elara, pemanah jitu tak tertanding,
Panahnya menari, menembus angin bagai kilat.
Kedua, Gorok, sang perkasa, dengan palu raksasa,
Mengguncang bumi, setiap ayunan penuh tekad.

Ketiga, Lyra, penyihir bijak, dengan mantra kuno,
Membangkitkan kekuatan, dari alam yang tersembunyi.
Keempat, Kael, pendekar pedang, geraknya bagai hantu,
Membelah udara, dengan presisi yang tak terperi.

Kelima, Ronan, penjaga suci, dengan perisai perkasa,
Melindungi rekan, dari amukan api naga.
Keenam, Serafina, penyembuh lembut, penuh kasih,
Menyembuhkan luka, memulihkan semangat yang lara.

Dan yang terakhir, Orion, sang pemimpin berani,
Dengan hati yang mulia, dan strategi yang cerdik.
Tujuh jiwa bersatu, melawan monster raksasa ini,
Berharap mengakhiri tirani, yang mencekam tanpa jeda.

Pertempuran pecah, di puncak gunung yang curam,
Api menyembur, pedang beradu dengan sisik naga.
Suara dentuman, menggema di malam yang kelam,
Tujuh Kesatria bertarung, demi kebebasan Eldoria.

Setelah perjuangan panjang, penuh pengorbanan,
Naga itu akhirnya tumbang, napasnya terhenti.
Eldoria kembali damai, berkat keberanian,
Kisah tentang Tujuh Kesatria dan Naga akan abadi